Peran Computer Vision untuk Hadapi Pandemi COVID-19

Salah satu bidang teknologi informasi yang dapat dimanfaatkan untuk menghadapi COVID-19  baik dalam pencegahan maupun penanganan adalah Computer Vision.  Pada awalnya, Computer Vision berfokus pada replikasi bagian dari kompleksitas sistem penglihatan manusia dan memungkinkan komputer untuk mengidentifikasi dan memproses objek dalam gambar dan video dengan cara yang sama seperti yang dilakukan manusia [1]. Akan tetapi dalam perkembangannya, kemampuan Computer Vision bahkan mampu melebihi kapasitas penghilatan manusia. Berikut ini beberapa aplikasi dengan teknologi Computer Vision yang telah dimanfaatkan untuk penanganan wabah COVID-19.

Memetakan Bagaimana Orang-Orang Menggunakan Ruang Kota dan Praktiknya dalam Menerapkan Social Distancing

Perusahaan bernama Numina yang mengkhususkan diri dalam memantau pergerakan dan lalu lintas menggunakan data video, memanfaatkan data video untuk memantau praktik dari penerapan social distancing di tempat umum. Perusahaan tersebut juga menggunakan data dari pergerakan pejalan kaki untuk melihat seberapa efektif pedoman social distancing (2 meter) dipraktikkan oleh orang-orang. Di kota seperti New York, perusahaan menyoroti bahwa keberadaan trotoar tidak selalu cukup lebar untuk menjaga jarak aman ini. Sehingga keterbatasan sarana umum tersebut yang justru menyulitkan untuk dapat melaksanakan pedoman jarak aman tersebut [2].

Mendeteksi Coronavirus pada CT Scan Dada

Algoritma diagnosis coronavirus berdasarkan CT Scan dada pada pasien yang dikembangkan oleh Alibaba’s research institute Damo Academy menjanjikan akurasi mencapai 96%. Penelitian ini menggunakan lebih dari 5000 kasus sebagai data latih dalam pemodelan kecerdasan buatan. Sistem dapat mengidentifikasi perbedaan CT scan antara pasien yang terinfeksi virus corona baru dan mereka yang memiliki virus pneumonia biasa dengan akurasi hingga 96% [3]. Selain itu, tes hanya membutuhkan waktu 20 detik untuk mengetahui hasilnya. Sehingga sangat menghemat waktu karena membutuhkan waktu 15 menit jika dilakukan oleh ahli [4].

Memantau Suhu Tubuh untuk Deteksi Demam

Beberapa bandar udara memasang kamera termal untuk menyaring orang dengan suhu tubuh yang tinggi, karena demam adalah gejala utama COVID-19. Bahkan, menurut pemerintah Shenzhen, polisi di Cina menggunakan helm dengan kacamata termal untuk mengidentifikasi pejalan kaki yang mungkin tidak sehat [5]. Solusi ini menggabungkan RGB dan kamera termal yang secara unik mengidentifikasi wajah seseorang, mengukur suhu mereka, dan mengingatkan petugas ketika mengidentifikasi seseorang dengan suhu di atas 37,5 ° C (99,5 ° F) [6].

Mendeteksi Apakah Seseorang Menggunakan Masker atau Tidak

Menggunakan masker menjadi hal wajib ketika seseorang berada ruang publik sejak ditetapkannya wabah COVID-19 sebagai pandemi. Baru-baru ini Baidu merilis model kecerdasan buatan baru untuk mendeteksi ketika seseorang tidak mengenakan masker atau tidak mengenakan masker mereka dengan benar. Teknologi ini memungkinkan setiap pengembang menggunakan API atau SDK pada platform EasyDL Baidu. Bahkan mengunduh model kecerdasan secara gratis melalui proyek PaddlePaddle Baidu [6].

Pengaplikasian teknologi Computer Vision untuk pandemic Covid-19 tentu tidak hanya terbatas pada aplikasi-paliaksi yang telah disebutkan di atas. Teknologi ini masih membuka banyak peluang bagi peneliti maupun pengembang aplikasi lainnya yang ingin berkontribusi dalam menghadapi pandemi ini. [HDK]

Untuk lebih memahami apa itu Computer Vision dan bagaimana menerapkannya dalam menyelesaikan masalah di tengah masyarakat, Yuk Gabung segera di Prodi Teknik Informatika, Universitas Sahid Surakarta!

Klik Disini untuk daftar secara online.


Referensi

[1] B. Dickson, “TechTalks,” 14 Januari 2019. [Online]. Available: https://bdtechtalks.com/2019/01/14/what-is-computer-vision/. [Accessed 13 April 2020].
[2] M. ALTAWEEL, “GIS LOUNGE,” GIS LOUNGE, 2 April 2020. [Online]. Available: https://www.gislounge.com/computer-vision-in-the-time-of-coronavirus/. [Accessed 13 April 2020].
[3] K. SUN HENAN, “Nikkei Asian Review,” Nikkei Inc., 19 Februari 2020. [Online]. Available: https://asia.nikkei.com/Spotlight/Coronavirus/Alibaba-says-AI-can-identify-coronavirus-infections-with-96-accuracy. [Accessed 13 April 2020].
[4] B. Dickson, “The Next Web,” TNW, 21 Maret 2020. [Online]. Available: https://thenextweb.com/neural/2020/03/21/why-ai-might-be-the-most-effective-weapon-we-have-to-fight-covid-19/. [Accessed 13 April 2020].
[5] J. Carroll, “Vision Systems Design,” Endeavor Business Media, LLC, 1 April 2020. [Online]. Available: https://www.vision-systems.com/home/article/14170078/coronavirus-outbreak-can-machine-vision-and-imaging-play-a-part. [Accessed 13 April 2020].
[6] G. Lu, “Forrester,” Forrester Research, Inc., 21 Februari 2020. [Online]. Available: https://go.forrester.com/blogs/computer-vision-joins-the-fight-against-coronavirus/. [Accessed 13 April 2020].

 

 

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *